Monday, 28 April 2014 14:13

BUMN Tidak Untuk Naikkan Elektabilitas

Pekerja BUMN kembali terperanjat, kali ini giliran PT. Bank Tabungan Negara (Persero) yang diwacanakan akan diakuisisi oleh Bank Mandriri. Lebih dari 10.000 karyawan BTN turun ke jalan pada hari Minggu (20/4) untuk menolak rencana Pemerintah tersebut.

Wacana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri memang bukan yang pertama, pada akhir tahun 2013 silam, Menteri BUMN mengumumkan pula rerncana akuisisi PT. PGN (Persero) Tbk oleh anak perusahaan Pertamina PT. Pertamina Gas (Pertagas) meskipun kemudian dibatalkan.

BUMN memiliki peran yang cukup strategis dalam perekonomian bangsa ini, BUMN adalah soko guru dan lokomotif perekonomian negara. Berhasil tidaknya BUMN tentu akan berpengaruh kepada perekonomian bangsa. Berdirinya BUMN sebenarnya bukan sekedar urusan nasionalisasi perusahaan Belanda pasca pendudukan kolonial di Indonesia, berdirinya BUMN juga menggugurkan kewajiban pemerintah dalam menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945.

Konstitusi Indonesia mengamanahkan agar sabang produksi tersebut dipegang oleh Negara, artinya tidak membiarkan dilakukan oleh diluar negara apalagi asing.

Menjelang Pemelihan Presiden tahun 2014 banyak isu-isu yang sengaja ditebar untuk menaikkan pamor dan elektabilitas para calon, termasuk Menteri yang mengurus BUMN yang kebetulan juga mencalonkan diri sebagai Presiden RI.

Hendaknya pihak yang berkepentingan terhadap suksesi kepemimpinan nasional tidak menggunakan isu-isu BUMN yang sangat sensitif bagi para pekerja BUMN khususnya dan rakyat Indonesia umumnya, sehingga stabilitas dan iklim kerja di perusahaan BUMN dapat terjaga dengan kondusif, pekerja dapat dengan profesional bekerja tanpa harus memikirkan nasibnya pasca akuisisi, terlebih perusahaan yang tidak bermasalah seperti BTN dan PGN.

Idealnya, Menteri yang mengurus BUMN harusnya berkomitmen untuk profesional, netral dan fokus terhadap pekerjaan besarnya memajukan BUMN dan memajukan perekonomian bangsa, jika komitmen tersebut dilanggar, untuk kepentingan yang lebih besar ada baiknya jika sang menteri meletakkan jabatannya.

Read 677 times
More in this category: Hari Buruh Bagi Pekerja BUMN »