Friday, 02 May 2014 14:16

FSP Sinergi BUMN Kecam Union Busting di PNRI

Federasi serikat pekerja (FSP) Sinergi BUMN mengecam keras sikap dan tindakan Direksi Perum Percetakan Negara RI (PNRI) yang menghalang-halangi bahkan mengancam aktivitas serikat karyawan PNRI atau melakukan “union busting”.

“Kami melihat adanya surat Direksi kepada serikat karyawan PNRI untuk tidak melakukan perayaan hari buruh internasional yang dikenal Mayday. Ini merupakan salah satu bentuk dari tindakan direksi yang menghalang-halangi aktivitas serikat pekerja,” kata Ketua Umum FSP Sinergi BUMN Ahmad Irfan di Jakarta, Rabu.

Sebagai ketua umum, Irfan hadir dalam acara peringatan Mayday di halaman upacara Perum PNRI yang dihadiri sekitar 100 pekerja, baik karyawan PNRI dan SP BUMN lainnya yang tergabung dalam FSP Sinergi BUMN di antaranya Garuda Indonesia, Indo Farma dan LKBN ANTARA. Selain acara itu dikawal oleh sekuriti PNRI hadir juga beberapa petugas kepolisian Jakarta Pusat.

“Seluruh anggota FSP Sinergi BUMN akan mengirim surat kecaman dan protes kepada Direksi PNRI atas tindakannya yang refresif terhadap Sekar PNRI. Kami akan menunjukan solidaritas dan dukungan kepada teman-teman SP PNRI,” kata Irfan, yang juga ketua umum Sekarga (Serikat Karyawan Garuda Indonesia).

Selain tindakan menghalang-halangi aktivitas pekerja, Ketua Umum Sekar PNRI Sutisna, dalam pidatonya, juga mengungkapkan, Direksi masih enggan menaikan gaji karyawan PNRI yang dibawah UMR DKI Jakarta, pembayaran Jamsostek yang melanggar UU, pembayaran pensiun Jiwas Raya yang tidak transparan, dan rekrutmen karyawan yang melanggar isi PKB.

Sekar PNRI juga menyatakan dukungannya atas langkah KPK melakukan penyidikan atas tuduhan korupsi proyek e-KTP dimana produksi e-KTP yang seharusnya diproduksi PNRI tapi malah dialihkan ke perusahaan swasta. “Kami siap memberikan data tambahan kepada KPK atas dugaan korupsi proyek e-KTP di PNRI,” katanya.

FSP Sinergi BUMN memiliki 29 anggota yang terdiri dari serikat pekerja BUMN di antaranya Garuda Indonesia, Peruri, PGN, KAI, Jasa Marga, Indo Farma, INKA, Dahana, LEN, Reindo, Danareksa, dan LKBN ANTARA. (ar)

Read 404 times