Sebanyak 29 serikat pekerja yang mendirikan Federasi Serikat Pekerja (FSP) Sinergi BUMN minta Meneg BUMN Dahlan Iskan untuk konsisten tidak berpolitik praktis, sebagaimana instruksi kepada seluruh Direksi BUMN untuk tidak berpolitik praktis.

“Kami minta Meneg BUMN untuk fokus dan konsentrasi penuh memajukan Badan Usaha Milik Negara. Agar bagaimana semua BUMN memberikan kontribusi yang besar kepada negara dan menjadi perusahaan negara yang menguntungkan serta karyawannya sejahtera,” kata Ketua Umum FSP Sinergi BUMN Ahmad Irfan di Jakarta, Senin.

Federasi serikat pekerja (FSP) Sinergi BUMN mengecam keras sikap dan tindakan Direksi Perum Percetakan Negara RI (PNRI) yang menghalang-halangi bahkan mengancam aktivitas serikat karyawan PNRI atau melakukan “union busting”.

“Kami melihat adanya surat Direksi kepada serikat karyawan PNRI untuk tidak melakukan perayaan hari buruh internasional yang dikenal Mayday. Ini merupakan salah satu bentuk dari tindakan direksi yang menghalang-halangi aktivitas serikat pekerja,” kata Ketua Umum FSP Sinergi BUMN Ahmad Irfan di Jakarta, Rabu.

Monday, 28 April 2014 14:14

Hari Buruh Bagi Pekerja BUMN

Setiap tanggal 1 Mei diperingati Hari Buruh Internasional (May Day), gerakan turun ke jalan para buruh seolah menjadi agenda rutin tahunan pada tanggal 1 Mei. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menjadikan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional sejak tahun 2014 dan seterusnya.

Sebagian pihak memaknai hari buruh dengan sempit. Hari buruh dianggap sekedar hari turun ke jalan, hari buruh dianggap sebagai hari sweeping, melakukan penyisiran pada setiap pabrik untuk mengajak pekerjanya turun ke jalan menyuarakan pelbagai persoalqan buruh.

Monday, 28 April 2014 14:13

BUMN Tidak Untuk Naikkan Elektabilitas

Pekerja BUMN kembali terperanjat, kali ini giliran PT. Bank Tabungan Negara (Persero) yang diwacanakan akan diakuisisi oleh Bank Mandriri. Lebih dari 10.000 karyawan BTN turun ke jalan pada hari Minggu (20/4) untuk menolak rencana Pemerintah tersebut.

Wacana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri memang bukan yang pertama, pada akhir tahun 2013 silam, Menteri BUMN mengumumkan pula rerncana akuisisi PT. PGN (Persero) Tbk oleh anak perusahaan Pertamina PT. Pertamina Gas (Pertagas) meskipun kemudian dibatalkan.